Friday, June 16, 2017

    Ini alasan Ronaldo Ingin Tinggalkan Madrid


    Seorang jurnalis Portugal yang dipandang sebagai sumber terpercaya membeberkan alasan Cristiano Ronaldo ingin meninggalkan Real Madrid. Menurutnya, Ronaldo merasa tidak dilindungi oleh klub yang sudah dibelanya sejak 2009 itu.

    Pada Jumat (16/6/2017), muncul kabar yang mengejutkan tentang Ronaldo. Peraih empat gelar Ballon d'Or tersebut dilaporkan sudah membuat keputusan yang tak bisa dibatalkan, yakni akan meninggalkan Spanyol dan Madrid.

    Masalah penggelapan pajak yang dituduhkan kepadanya menjadi alasan utama. Ronaldo diduga melakukan penggelapan pajak senilai 14,7 juta euro (sekitar Rp 218,864 miliar).

    Jurnalis Portugal, Nuno Luz, mengklaim Ronaldo kecewa dengan apa yang dialaminya. Pemain berusia 32 tahun ini merasa Madrid tak membantunya.

    "Ronaldo sudah memutuskan untuk tidak bermain lagi di Spanyol," demikian pernyataan Luz kepada Radio Marca setelah muncul kabar mengejutkan ini.

    "Dia menganggap dirinya sudah dirugikan oleh masalah fiskal dan tidak ada yang membelanya. Dia melakukan banyak hal dengan baik tetapi sekarang keinginannya adalah mencari klub baru."

    "Dia menyukai Spanyol, dia tinggal di kota yang sempurna seperti Madrid, dia memiliki pacar orang Spanyol, tetapi pada saat ini, Ronaldo merasa tidak dilindungi oleh Madrid."

    "Dia kesal karena ini bukan masalah pemain. Tetapi saya tidak ingin membicarakan hal ini terlalu banyak karena saya tahu banyak."

    Madrid membeli Ronaldo dari Manchester United pada musim panas 2009 seharga lebih dari Rp 1 triliun, yang membuatnya menjdai pemain termahal saat itu. Selama bersama Los Blancos, Ronaldo berkontribusi besar, termasuk tiga gelar Liga Champions dalam empat tahun terakhir.

    Kini, setelah dia menyatakan akan pergi, terbuka kesempatan bagi klub-klub yang mengincarnya. Paris Saint-Germain dan Man United disebut-sebut bisa menjadi pelabuhan pemain dengan sebutan CR7 tersebut.

    Ke Mana Ronaldo Sebaiknya Pergi Jika Jadi Tinggalkan Madrid?

    Ke Mana Ronaldo Sebaiknya Pergi Jika Jadi Tinggalkan Madrid?


    Usai meraih sukses besar bersama Real Madrid, Cristiano Ronaldo mendadak saja dirumorkan akan pergi. Di usianya yang sudah 32 tahun, ke mana dia sebaiknya berkarier?

    Sebuah koran di Portugal, A Bola, melaporkan kalau Ronaldo membuat keputusan mutlak untuk meninggalkan Madrid dan Spanyol. Ronaldo dikatakan sudah mengungkapkan maksudnya kepada Presiden Madrid, Florentino Perez.

    Laporan itu diperkuat oleh jurnalis TV SIC Nuno Luz, yang juga koresponden untuk media Spanyol, Marca. Luz menguatkan laporan bahwa Ronaldo kecewa karena Madrid terkesan lepas tangan dalam kasus pajak yang tengah menimpanya.

    Meski kini sudah 32 tahun, Ronaldo dipastikan masih punya banyak peminat. Performanya masih sangat baik, kondisi fisiknya juga terjaga, dan produktivitasnya tak mengalami penurunan, yang terbukti dengan 42 gol dari 46 pertandingan yang dia mainkan di musim kemarin.

    Ada beberapa klub yang dirasa cocok untuk Ronaldo melanjutkan kariernya jika dia benar memutuskan pergi. Kembali ke Manchester United selalu dianggap sebagai pilihan paling logis untuknya. 

    Tapi di usianya yang mulai senja, bukan tak mungkin juga dia memilih mengurangi ingar bingar sepakbola Eropa dan kemudian bermain di MLS bersama LA Galaxy. Tantangan lain juga terbuka untuknya: menaklukkan Jerman bersama Bayern Munich, atau merasakan Serie A dalam seragam AC Milan.

    Pilihan terakhir yang bisa dia ambil adalah pulang ke klub yang membesarkan namanya: Sporting. 

    Bagaimana menurut kamu?

    Tuesday, May 9, 2017

    Adu Mulut Neymar dengan Asisten Pelatih Barcelona



    Suasana tidak kondusif terjadi di lapangan latihan Barcelona. Neymar beradu argumen dengan Juan Carlos Unzue, yang adalah asisten Luis Enrique.

    Menurut laporan Mundo Deportivo, sebagaimana dikutip dari DailyMail, adu mulut tersebut terjadi saat Juan Carlos Unzue membicarakan taktik dengan Neymar. Pada kesempatan itu Unzue menyatakan beberapa hal pada bintang asal Brasil itu.

    Saat itulah adu mulut antara keduanya terjadi. Neymar yang tak setuju dengan Unzue lantas meninggikan suaranya.

    Karena berlangsung cukup sengit, beberapa staff Barcelona yang berada di lokasi latihan kemudian mencoba melerai. Meski kemudian bisa mereda, adu argumen tersebut kembali dibahas di ruang ganti pemain.

    Disebutkan kemudian kalau kejadian itu terjadi sebelum Barcelona berhadapan dengan Villarreal. The Catalans memenangi pertandingan itu dengan skor meyakinkan 4-1.

    Sementara itu Marca melaporkan kalau adu mulut antara keduanya terjadi karena Uzue menyindir Ronaldinho saat memberikan instruksi pada Neymar.

    "Jika kamu terus seperti ini, Kamu akan berakhir seperti Ronaldinho," ucap Unzue pada Neymar.

    Masih dikutip Marca, pernyataan Unzue itu juga mengecewakan banyak pemain Barca. Meski tak lagi memperkuat Blaugrana, Ronaldinho masih menjadi teman dekat penggawa Barca dan kini bahkan menjabat duta klub.

    Juve Bakal Jadi Lawan Sepadan Madrid di Final



    Ada peluang besar untuk Juventus dan Real Madrid berjumpa di final Liga Champions. Bianconeri dianggap bakal jadi lawan sepadan untuk Los Blancos.

    Baik Juve maupun Madrid dalam posisi menguntungkan jelang leg kedua semifinal yang dihelat tengah pekan ini. Juve yang menang 2-0 di kandang Monaco akan gantian menjamu lawannya itu di Juventus Stadium, Rabu (10/5/2017) dinihari WIB nanti.

    Sementara Madrid yang mengantungi keunggulan 3-0 akan bertandang ke Vicente Calderon, Kamis (11/5/2017) dinihari WIB besok untuk menghadapi Atletico Madrid.

    Dengan kondisi seperti ini maka Madrid dan Juve pantas disebut jadi calon terkuat finalis Liga Champions 2017 akan finalnya akan dihelat di Cardiff City 3 Juni mendatang.

    Jika keduanya berjumpa di final maka Madrid tentu lebih diunggulkan dengan pengalaman mereka bermain di final plus tentunya status juara bertahan. Tapi peningkatan pesat Juve usai kekalahan dari Barcelona di final 2015 disebut bakal jadi senjata rahasia mereka.

    Apalagi mereka sudah terbukti ketangguhannya dengan menyingkirkan favorit juara Barcelona di perempatfinal.

    "Tim ini pantas berada di posisi saat ini, dan tentunya misinya adalah bisa lolos ke final," ujar eks penyerang Juve, David Trezeguet, kepada L'Equipe.

    "Pada laga tandang ke Monaco, mereka tampil dengan sempurna," sambungnya.

    "Secara fisik, tim ini lebih baik ketimbang dua tahun lalu, ketika kalah dari Barcelona di final. Saya melihat adanya determinasi, agresivitas, dan tim yang terorganisir dengan baik dengan sikap positif para pemainnya."

    "Jika kami berjumpa Real Madrid di final, yang mana itu harusnya terjadi, maka kami punya cukup senjata untuk menandingi mereka," tutupnya.

    Monday, May 1, 2017

    El Derbi Madrileno: Dominasi Madrid vs Dendam Atletico


    Untuk kali keempat secara beruntun Real Madrid dan Atletico Madrid berhadapan di babak knock out Liga Champions. El Real lebih dominan, tapi Los Colchoneros dibakar dendam untuk dibayarkan.

    Rabu (3/5/2017) dinihari nanti El Derbi Madrileno, yang disebut juga sebagai Derby Madrid, akan tersaji di semifinal Liga Champions. Pertandingan ini sekaligus menjadi ulangan final tahun lalu, di mana El Real pada akhirnya jadi juara dalam laga yang dituntaskan via drama adu penalti.

    Dalam beberapa tahun ke belakang, Atletico sebenarnya sudah lebih bisa mengimbangi Madrid. Termasuk kemenangan gemilang 4-0 yang didapat pada musim 2014/2015.

    Namun jika pertandingan itu terjadi pada ajang Liga Champions, Atletico masih belum punya daya saing yang cukup. Dalam empat musim terakhir kedua tim sudah saling berhadapan tapi belum sekalipun Atletico menang.

    Dalam empat pertemuan seperti disebut di atas, dua di antaranya terjadi di partai final. Dua-duanya tuntas dengan kekalahan di kubu Atletico.

    Berikut data-data duel Derby Madrid dari Opta, seperti dikutip dari Sky Sports.

    - Ini merupakan kali keempat secara beruntun Madrid dan Atletico berhadapan di fase knockout Liga Champions. Malang buat Atletico karena mereka belum sekalipun menang dalam kurun tersebut (2D 2L)

    - Atletico dan Madrid saling berhadapan di final 2013/2014 dan 2015/2016. Pada edisi pertama Madrid menang 4-1 via perpanjangan waktu, sementara di final kedua Madrid menang lagi 5-3 namun melalui adu penalti.

    - Atletico dan Madrid sudah berhadapan di semifinal Liga/Piala Champions sebelumnya. Itu terjadi di musim 1958/59, di mana Madrid keluar sebagai pemenang dan kemudian mengangkat trofi juara.

    - Ini merupakan semifinal Liga Champions ketiga Atletico dalam empat musim terakhir. Sebelumnya mereka kesulitan lolos hingga empat besar, dengan kali terakhir itu terjadi pada 1992/1993.

    - Buat Madrid, ini adalah kali ketujuh secara beruntun mereka melangkah ke semifinal. Tak pernah ada sebelumnya klub punya capaian sebaik itu.

    - Di Liga Champions musim ini Atletico Madrid hanya menelan satu kekalahan dari 10 laga yang sudah dijalani (W7 D2).

    Sakit Hati Atletico Berbahaya untuk Madrid


    Rasa sakit hati serta dendam tentu menyelimuti para pemain Atletico Madrid jelang duel dengan Real Madrid. Hal ini diwaspadai betul oleh Zinedine Zidane.

    Bagaimana tidak ketika impian Atletico untuk menjuarai Liga Champions pertama kalinya kandas di tangan Madrid. Tak hanya sekali, tapi dua kali Madrid melukai Atletico di laga final.

    Belum hilang rasanya kekecewaan Atletico saat kalah 1-4 di Lisbon, musim lalu Atletico kembali menelan kekalahan meski terjadi dalam drama adu penalti.

    Pertemuan kedua tim itu kembali terjadi tapi bukan di final melainkan semifinal Liga Champions. Madrid akan jadi tuan rumah lebih dulu di Santiago Bernabeu, Rabu (3/5/2017) dinihari WIB sebelum gantian tandang ke Vicente Calderon pekan depan.

    Dua kekalahan itu plus satu di perempatfinal Liga Champions 2014/2015 diyakini Zidane bakal memotivasi Atletico untuk menang.

    "Saya rasa tidak (dua kekalahan di final membebani Atletico) - yang ada justru sebaliknya," ujar Zidane di Soccernet.

    "Tentu saja ini positif untuk kami tapi ini benar-benar berbeda, laga semifinal, dan mereka akan melakukan apapun untuk lolos," sambungnya.

    "Dan kami akan berusaha keras menang besok, tidak memikirkan soal leg kedua. Kami hanya harus memikirkan laga besok."

    Jadwal Liga Champions dan Liga Europa Tengah Pekan Ini


    Semifinal leg pertama Liga Champions dan Liga Europa akan dihelat tengah pekan ini. Berikut jadwalnya.

    Real Madrid, Atletico Madrid, Monaco, dan Juventus akan memulai usahanya menembus partai final Liga Champions dengan menjalani pertandingan leg pertama.

    Sementara Ajax, Lyon, Celta Vigo, dan Manchester United juga bakal mengawali upaya untuk bisa sampai ke partai puncak Liga Europa di partai leg pertama.

    Ini jadwal Liga Champions dan Liga Europa leg pertama tengah pekan ini

    Liga Champions leg pertama

    Rabu (3/5/2017) WIB
    01:45 Real Madrid vs Atletico Madrid (beIN Sports 1, SCTV)

    Kamis (4/5/2017) WIB
    01:45 Monaco vs Juventus (beIN Sports 1, SCTV)

    Liga Europa leg pertama

    Rabu (3/5/2017) WIB
    23:45 Ajax vs Lyon (beIN Sports 1)

    Jumat (5/5/2017) WIB
    02:05 Celta Vigo vs Manchester United (beIN Sports 1, SCTV)